Pages

Wednesday, March 24, 2010

Bantuan Allah

Kerap kali hati ini merintih lemah meminta dan mengharapkan daripada Allah swt. Sesungguhnya sangat banyak cabaran yang telah dilalui dan kadangkala ianya seperti memaksa kita untuk meninggalkan jalan ini. Nauzubillah

Inilah fitrah kita selaku makhluk yang bernama manusia. Tidak pernah lekang dengan sifat cuai kerana kita bukanlah diciptakan sempurna. Mungkin selama ini kita terasa kuat dalam menghadapi mehnah pada jalan ini tetapi akan tiba suatu masa kita akan dikunjungi perasaan lemah dan malas yang akan menusuk hati kita secara perlahan-lahan. Ketika itu hati akan mula memberontak dan akhirnya dengan mudah syaitan laknatullah menjalankan misi mereka untuk menarik kita mengikuti jalan toghut.

Sebagai seorang pejuang didalam agama ini, kita seharusnya bergenbira dengan firman Allah dalam surah Al-Baqarah:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al-Baqarah:214)

Dalam ayat tersebut Allah menyatakan ujian yang diberikan adalah untuk menjadi bukti bahawa para pejuang kebenaran ini adalah seorang yang benar-benar beriman dan ikhlas berjuang hanya kerana ingin menggapai mardhotillah. Inilah hakikat perjuangan, tiada erti senang lenang didalam kamus hidupnya, yang ada dalam catatan hariannya cumalah perkara yang perit dan penuh dengan pengajaran untuk ia bawa sebagai bekalan menempuh hari-hari mendatang yang menjanjikan seribu kesukaran lagi.

Tetapi, walaupun begitu susah perjuangan ini, mereka tidak semudah itu untuk mengalah. Lihat sahaja kisah Bilal bin Rabah, Mus’ab bin Umair dan Khabab yang dikurniakan dengan ujian yang menggetarkan iman, tetapi kerana keimanan yang tinggi kepada Allah, maka mereka diberi keistimewaan berada disamping Allah.

Ayuh pejuang!!! Bangkitlah dari kelemahan diri ini, ingatlah bahawa ujian itu sebagai mahar yang perlu dibayar untuk mendapatkan syurga dan semoga jerih lelah kita menunaikan mahar ini akan menjadi sirna ketika berhadapan dengan Allah kelak.

Perjuangan ini penuh onak duri dan segala macam rintangan, tetapi walaupun rintangan itu setinggi langit, ingatlah bahawa Allah sentisa berada disisi kita.

Sunday, March 14, 2010

Mujahid Setia


Bangkitlah mujahid bangkitlah
Rapatkan barisan rapatkan
Ayunkanlah langkah perjuangan
Mati syahid atau hidup mulia

Siapkan dirimu siapkan
Gentarkan musuhmu gentarkan
Takkan pernah usai pertarungan
Hingga ajal kan menjelang

Enyahkan rasa takut dan gentar
Walau ragakan meregang nyawa
Kerana Allah telah janjikan syurga
Untukmu mujahid setia (2x)

lagu oleh: Mars kepanduan



Sunday, March 7, 2010

MENGAPA TAKUT MATI ???

"Sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu
daripada dunia" (Al-Dhuha : 4).

Musthafa Al-Kik menulis dalam bukunya Baina Alamain
bahwasanya kematian yang dialami oleh manusia dapat berupa
kematian mendadak seperti serangan jantung, tabrakan, dan
sebagainya, dan dapat juga merupakan kematian normal yang
terjadi melalui proses menua secara perlahan. Yang mati
mendadak maupun yang normal, kesemuanya mengalami apa yang
dinamai sakarat al-maut (sekarat) yakni semacam hilangnya
kesadaran yang diikuti oleh lepasnya ruh dan jasad.

Dalam keadaan mati mendadak, sakarat al-maut itu hanya
terjadi beberapa saat singkat, yang mengalaminya akan merasa
sangat sakit karena kematian yang dihadapinya ketika itu
diibaratkan oleh Nabi Saw.- seperti "duri yang berada dalam
kapas, dan yang dicabut dengan keras." Banyak ulama tafsir
menunjuk ayat Wa nazi'at gharqa (Demi malaikat-malaikat yang
mencabut nyawa dengan keras) (QS An-Nazi'at [79]: 1),
sebagai isyarat kematian mendadak. Sedang lanjutan ayat
surat tersebut yaitu Wan nasyithati nasytha
(malaikat-malaikat yang mencabut ruh dengan lemah lembut)
sebagai isyarat kepada kematian yang dialami secara
perlahan-lahan.3

Kematian yang melalui proses lambat itu dan yang dinyatakan
oleh ayat di atas sebagai "dicabut dengan lemah lembut,"
sama keadaannya dengan proses yang dialami seseorang pada
saat mengantuk sampai kepada dengan tidur. Surat Al-Zumar (39): 42
yang dikutip sebelum ini mendukung pandangan yang
mempersamakan mati dengan tidur. Dalam hadis pun diajarkan
bahwasanya tidur identik dengan kematian. Bukankah doa yang
diajarkan Rasulullah Saw. untuk dibaca pada saat bangun
tidur adalah:

"Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami
(membangunkan dari tidur) setelah mematikan kami
(menidurkan). Dan kepada-Nya jua kebangkitan
(kelak)."

Pakar tafsir Fakhruddin Ar-Razi, mengomentari surat Al-Zumar
(39): 42 sebagai berikut:

"Yang pasti adalah tidur dan mati merupakan dua
hal dari jenis yang sama. Hanya saja kematian
adalah putusnya hubungan secara sempurna, sedang
tidur adalah putusnya hubungan tidak sempurna
dilihat dari beberapa segi."

Kalau demikian. mati itu sendiri "lezat dan nikmat,"
bukankah tidur itu demikian? Tetapi tentu saja ada
faktor-faktor ekstern yang dapat menjadikan kematian lebih
lezat dari tidur atau menjadikannya amat mengerikan melebihi
ngerinya mimpi-mimpi buruk yang dialami manusia.
Faktor-faktor ekstern tersebut muncul dan diakibatkan oleh
amal manusia yang diperankannya dalam kehidupan dunia ini

Nabi Muhammad Saw. dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh
Imam Ahmad menjelaskan bahwa, "Seorang mukmin, saat
menjelang kematiannya, akan didatangi oleh malaikat sambil
menyampaikan dan memperlihatkan kepadanya apa yang bakal
dialaminya setelah kematian. Ketika itu tidak ada yang lebih
disenanginya kecuali bertemu dengan Tuhan (mati). Berbeda
halnya dengan orang kafir yang juga diperlihatkannya
kepadanya apa yang bakal dihadapinya, dan ketika itu tidak
ada sesuatu yang lebih dibencinya daripada bertemu dengan
Tuhan."

Dalam surat Fushshilat (41): 30 Allah berfirman,

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan bahwa
Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka meneguhkan
pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada
mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa
takut dan jangan pula bersedih, serta
bergembiralah dengan surga yang dijanjikan Allah
kepada kamu.'"

Turunnya malaikat tersebut menurut banyak pakar tafsir
adalah ketika seseorang yang sikapnya seperti digambarkan
ayat di atas sedang menghadapi kematian. Ucapan malaikat,
"Janganlah kamu merasa takut" adalah untuk menenangkan
mereka menghadapi maut dan sesudah maut, sedang "jangan
bersedih" adalah untuk menghilangkan kesedihan mereka
menyangkut persoalan dunia yang ditinggalkan seperti anak,
istri, harta, atau hutang.

Sebaliknya Al-Quran mengisyaratkan bahwa keadaan orang-orang
kafir ketika menghadapi kematian sulit terlukiskan:

"Kalau sekuanya kamu dapat melihat
malaikat-malaikat mencabut nyawa orang-orang yang
kafir seraya memukul muka dan belakang mereka
serta berkata, 'Rasakanlah olehmu siksa neraka
yang membakar' (niscaya kamu akan merasa sangat
ngeri)" (QS Al-Anfal [8]: 50)

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di
waktu orang-orang yang zalim berada dalam
tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para
malaikat memukul dengan tangannya sambil berkata,
'Keluarkanlah nyawamu! Di hari ini, kamu dibalas
dengan siksaan yang sangat menghinakan karena kamu
selalu mengatakan terhadap Allah perkataan yang
tidak benar, dan karena kamu selalu menyombongkan
diri terhadap ayat-ayat-Nya" (QS Al-An'am [6]:
93).

Di sisi lain, manusia dapat "menghibur" dirinya dalam
menghadapi kematian dengan jalan selalu mengingat dan
meyakini bahwa semua manusia pasti akan mati. Tidak seorang
pun akan luput darinya, karena "kematian adalah risiko
hidup." Bukankah Al-Quran menyatakan bahwa,

"Setiap jiwa akan merasakan kematian?" (QS Ali
'Imran [3]: 183)

"Kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk
seorang manusiapun sebelum kamu. Apakah jika kamu
meninggal dunia mereka akan kekal abadi? (QS
Al-Anbiya' [21]: 34)

Keyakinan akan kehadiran maut bagi setiap jiwa dapat
membantu meringankan beban musibah kematian. Karena, seperti
diketahui, "semakin banyak yang terlibat dalam kegembiraan,
semakin besar pengaruh kegembiraan itu pada jiwa;
sebaliknya, semakin banyak yang tertimpa atau terlibat
musibah, semakin ringan musibah itu dipikul."

Demikian Al-Quran menggambarkan kematian yang akan dialami
oleh manusia taat dan durhaka, dan demikian kitab suci irõi
menginformasikan tentang kematian yang dapat mengantar
seorang mukmin agar tidak merasa khawatir menghadapinya.
Sementara, yang tidak beriman atau yang durhaka diajak untuk
bersiap-siap menghadapi berbagai ancaman dan siksaan.

Semoga kita semua mendapatkan keridhaan Ilahi dan surga-Nya.

Sunday, January 31, 2010

Gagal sebagai bekalan

Manusia dijadikan dengan fitrah yang menginginkan keamanan dan kesejahteraan didalam hidup. Tetapi Allah tidak mengurniakan semua manusia dengan keamanan dan kesenangan hidup didunia mahupun diakhirat. Boleh jadi seseorang itu sangat bahagia didunia tetapi diazab dihari akhirat dan boleh jadi seorang seseorang itu sengsara didunia tetapi bahagia diakhirat dan boleh jadi seseorang itu bahagia atau sengsara didunia mahupun diakhirat.

Firman Allah:

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.(Al-Baqarah:216)

dalam menyelusuri jalan mengharapkan redha Allah ini, kita akan sentiasa berhadapan dengan mehnah dan tribulasi yang disediakan oleh Allah sebagai tanda ujian untuk membuktikan bahawa kita adalah golongan yang beriman kepada Allah

firman Allah:

Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.(Ali-Imran:142)

Syurga adalah sebuah tempat yang sangat diidamkan oleh manusia. Syurga juga digambarkan dengan gambaran-gambaran yang menuntun jiwa, tetapi siapakah golongan yang sebenarnya layak untuk dinobatkan ke dalam syurga?

Ujian yang dikurniakan kepada kita adalah bukti yang melayakkan kita mengecapi manisnya syurga. Tanpa ujian kita masih belum disahkan lagi kelayakkan sebagai orang yang beriman.

Ujian juga menjadi sebuah medan untuk manusia mengkoreksi diri dan bermuhasabah. Mungkin selama ini kita sentiasa berada didalam zon yang amat selesa sehingga melalaikan tanggungjawab yang diberikan oleh Allah, tetapi kerana sifat Al-Rahman dan Al-Rahim Dia masih lagi menguji kita untuk tersedar dan kembali padaNya.

Allah menceritakan tentang ganjaran yang diperolehioleh seseorang yang menafkahkan harta dan jiwanya kepada Allah swt.

Firman Allah:

Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.(At-Taubah:111)

Itulah janji yang telah ditawarkan oleh Allah dalam bentuk jual beli, walaupun kita gugur didalam perjuangan, kita gugur untuk mendapatkan rindu kepada Allah.

Firman Allah:

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). jika kamu menderita kesakitan, Maka Sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. dan adalah Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.(An-Nisaa’:104)

Jesteru sahabatku sekalian, didalam perjuangan ini tiada erti kekalahan, Allah sudah menyediakan ganjaran-ganjaran yang terbaik untuk manusia yang ikhlas berjuang dijalanNya. Biarkan setiap cercaan manusia menerpa kita, biarkan setiap ujian melanda, pastikankita yakin dan terus maju untuk mendapatkan matlamat keredhaan Allah swt.

SESUNGGUHNYA SYURGA ITU MANIS DAN JALAN MENUJU SYURGA ITU SANGAT PAHIT

Wednesday, January 20, 2010

Ciri-ciri Pemimpin dalam Islam



1. NIAT YANG IKHLAS

Apabila menerima suatu tanggung jawab, hndaklah didahului dgn niat sesuai dgn apa yg telah Allah perintahkan. Iringi hal itu dgn mengharapkan keridhaan-Nya shaja. Kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan kemuliaan.

2. LAKI-LAKI

Wanita sebaiknya tidak memegang tampuk kepemimpinan. Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda,”Tidak akan beruntung kaum yang dipimpim oleh seorang wanita (Riwayat Bukhari dari Abu Bakarah Radhiyallahu’anhu).

3. TIDAK MEMINTA JAWATAN

Rasullullah bersabda kpd Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahu’anhu,”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta utk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kpd kamu krna permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kpd kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. BERPEGANG DAN KONSISTEN PADA HUKUM ALLAH.

Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.Allah berfirman,”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan jgnlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (al-Maaidah:49).
Jika ia meninggalkan hukum Allah, maka seharusnya dilucutkn drp jabatannya.

5. MEMUTUSKAN PERKARA DENGAN ADIL

Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan keadaan terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).

6. SENANTIASA ADA KETIKA DIPERLUKAN RAKYAT

Hendaklah selalu membuka pintu utk setiap pengaduan dan permasalahan rakyat. Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorg pemimpin atau pemerintah yg menutup pintunya trhadap keperluan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap keperluan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

7. MENASIHATI RAKYAT

Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorg pemimpin yg memegang urusan kaum Muslimin lalu ia tidak bersungguh-sungguh dan tidak menasihati mrk, kecuali pemimpin itu tidak akan masuk syurga bersama mrk (rakyatnya).”

8. TIDAK MENERIMA HADIAH

Seorang rakyat yg memberikan hadiah kpd seorg pemimpin pasti mempunyai maksud tersembunyi, entah ingin mendekati atau mengambil hati. Oleh karena itu, hendaklah seorang pemimpin menolak pemberian hadiah dari rakyatnya. Rasulullah bersabda,” Pemberian hadiah kpd pemimpin adalah pengkhianatan.” (Riwayat Thabrani).


9. MENCARI PEMIMPIN YANG BAIK

Rasulullah bersabda,”Tidaklah Allah mengutus seorang nabi atau menjadikan seorg khalifah kecuali ada bersama mereka itu golongan pembantu, aitu pembantu yg menyuruh kpd kebaikan dan mendorongnya kesana, dan pembantu yg menyuruh kpd kemungkaran dan mendorongnya ke sana. Maka org yg terjaga adalah org yg dijaga oleh Allah,” (Riwayat Bukhari dari Abu said Radhiyallahu’anhu).

10. LEMAH LEMBUT

Doa Rasullullah,’ Ya Allah, barangsiapa mengurus satu perkara umatku lalu ia mempersulitnya, maka persulitlah ia, dan barang siapa yg mengurus satu perkara umatku lalu ia berlemah lembut kpd mereka, maka berlemah lembutlah kepadanya.

11. TIDAK MERAGUKAN RAKYAT

Rasulullah bersabda,” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).

12. TERBUKA UNTUK MENERIMA IDEA & KRITIKAN

Salah satu prinsip Islam adalh kebebasan brsuara. Kbebasan brsuara ini adlah platform bg rakyat utk mmberi idea atau kritikan kpd kerajaan & pmimpin agar sma mngembling tenaga & ijtihad kearah pmbentukn negara yg maju. Saidina Abu Bakar brucap ketika dilantik mnjdi khalifah, beliau mnegaskn "..saya brlaku baik, tolonglah saya, dan pabila sya brlaku buruk, betulkn saya..", manakala Khalifah Umar prnah ditegur oleh seorg wanita ketika mmberi arahan di masjid, dan beliau mnerima teguran trsbut.

Dipetik dari majalah Hidayatullah

Mursyidul Am Ikhwan yang ke-8



Tahniah diatas perlantikan ustaz Muhammad badi’ Al-Majid Sami sebagai mursyidul am ikhwan yang kelapan setelah bekas penyandang jawatan tersebut, ustaz Medhi Aqif tidak berhasrat untuk menyambung khidmat beliau diatas jawatan tersebut.

Dr Muhammad Badi’ dilahirkan pada 7 Ogos 1943 di Al-Mahalla Al-Kubra, negeri Al-Gharbiyah, Mesir. Isteri beliau bernama Sumaiyah Asy-Syanawy, bekas pengetua Madrasah Ad-Dakwah Al-Islamiyah di Bani Suef, Mesir.
Beliau adalah anak kepada Haji Muhammad Ali Asy-Syanawy yang merupakan generasi awal Ikhwan Muslimin dan termasuk yang dijatuhkan hukuman mati oleh kerajaan taghut Mesir dibawah Presiden Jamal Abdul Nasir pada tahun 1954 tetapi kemudiannya diringankan kepada penjara seumur hidup. Mereka dikurniakan tiga orang anak, Ammar, Bilal dan Dhuha.

Ustaz Mahdi Akef mengumumkan nama Dr Mohd Badi’ Abd Majid Saamy sebagai Mursyid Am Ikhwan Muslimin kelapan dalam sidang akhbar antarabangsa di Kaherah, Mesir jam 11.00 am (waktu Mesir) 20 hbln 1 2010.

Marilah kita bersama-sama berdoa kepada Allah, semoga dengan perlantikan mursyid am ikhwan yang baru ini menjadi titik tolak kebangkitan Islam di seluruh dunia. INSYAALLAH

sumber rujukan: http://www.harakahdaily.net/v2/

Sunday, January 17, 2010

SEKULAR DAN ANCAMANNYA

Sekular berasal daripada perkataan latin iaitu “saeculum” yang membawa maksud masa dan tempat. Dalam kamus dewan pula sekular bererti fahaman atau doktrin yang memisahkan cirri-ciri keagamaan didalam urusan-urusan yang tidak bersangkut paut dengan hal keagamaan. Dalam erti kata lain, sekular adalah pemikiran yang memisahkan agama daripada kehidupan harian.

Sedangkan Islam tidak pernah mengajar umatnya untuk mengasingkan kehidupan harian dan agama Islam. Ini kerana Islam bermaksud sejahtera dan aman. Salah satu ciri-ciri Islam adalah “SYUMULIYYAH” yang membawa erti lengkap dan menyeluruh. Ini bermaksud ajaran Islam adalah ajaran yang mencakupi seluruh prinsip kehidupan yang dilakukan oleh manusia daripada perkara yang paling remeh hinggalah perkara yang paling berat sekali.

SISTEM SEKULAR

Namun, pada zaman ini kita dapat melihat bahawasanya, pemikiran sekular ini sudah pun berjaya dibawa kedalam dunia Islam dan seterusnya telah meracuni setiap sudut pemikiran kita. Inilah yang sangat dikehendaki oleh semua musuh Islam. Dengan menanamkan deologi sekular ini, mereka akan berjaya mempengaruhi minda umat Islam melalui hujah-hujah dan juga contoh yang palsu untuk menguatkan lagi pengaruh pemikiran sekular ini.

Yang sangat mendukacitakan ialah, golongan yang paling ramai terpengaruh adalah golongan muda belia. Ini menjadi satu kerunsingan yang besar kepada kita, kerana merekalah pemimpin masa depan yang akan menggantikan para pemimpin Negara pada hari ini. Seperti kata pepatah “jika mahu melihat masa depan sesebuah Negara, maka lihatlah kepada golongan muda mereka”

SISTEM PENDIDIKAN

Sedar ataupun tidak, sudah sekian lama kita berada dalam sisitem pemerintahan yang mengamalkan sisitem yang mentah-mentah bercanggah dengan prinsip Islam ini. Lihat sahaja sistem pendidikan yang kita lalui, dimana penerapan nilai-nilai Islam? Kemana perginya fakta-fakta tentang cendekiawan ulung Islam yang dahulunya ilmu mereka dijadikan sumber rujukan seluruh nusantara? malah kita lebih mengagungkan saterawan dari barat.

SISTEM PENTABIRAN

Sistem pentadbiran juga menjadi mangsa penyerapan ideologi sekular ini. Para pemimpin yang dipilih bukan hanya menyalahgunakan kuasa yang diamanahkan, tetapi juga menjadi pelopor kepada proses penanaman ideologi sekular ini kepada golongan muda. Buktinya sudah jelas lagi bersuluh dengan Al-Quran dan Sunnah Nabi tidak langsung menjadi sumber rujukan utama dalam pentadbiran Negara.SISTEM KEBUDAYAAN

Selaku individu yang masih mengalir panasnya darah muda, pastinya kita sangat tertarik dengan keseronokan dan hiburan. Islam tidak pernah melarang umatnya berhibur kerana hiburan itu sesuatu perkara yang sangat indah, tetapi didalam Islam, cara berhibur hendaklah berlandaskan Al-Quran dan Sunnah Nabi. Islam sangat melarang umatnya daripada terjebak didalam budaya hiburan yang melampau (hedonisme). Tetapi dengan system yang kita lalui sekarang, lihat sahaja hasilnya, pergaulan bebas berleluasa, maksiat yang meluas dan seterusnya kepelbagaian anasir-anasir muzik yang bercanggah dengan Islam masuk dan meracuni fikiran golongan muda.

AYUH PEMUDA
Inilah realiti kehidupan kita yang bergelumang dengan anasir darpada pemikiran sekular tadi. Jesteru golongan muda yang menjadi harapan Negara seharusnya sedar dan segera kembali kelandasan yang benar iaitu iman dan taqwa kepada Allah swt.

Jangan biarkan sisitem ini berleluasa lagi. Bangkitlah untuk menegakkan Islam dan menghancurkan kuffar. Marilah kita bersama-sama bersatu hati dan jiwa dalam satu aqidah untuk mengubah dunia yang sudah dicemari ini dengan kesucian Islam agar generasi selepas kita dapat menikmati sistem yang indah dibawah pemerintahan Islam..