Pages

Saturday, October 30, 2010

Azab Bagi Wanita




Saudara dan saudari kaum muslimin dan muslimat

Renungan

khususnya untuk para wanita dan diriku sendiri.....

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat

Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw menangis. Beliau menjawab,

"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang
rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,"kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka
disiksa seperti itu?

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

harap sebarkan wallahualam...

Monday, October 11, 2010

SALAH SIAPA?

ALLAH!!!

Entah mengapa ungkapan itu terbit tiba-tiba dari lidahku, mugkin inilah yang dikatakan fitrah seorang hamba yang memang tidak berdaya dan sentiasa mengharapkan limpahan kekuatan dan keinginan dalam meneruskan perjuangan yang semakin hari kulihat semakin sukar.

Memang sejak kebelakangan ini hatiku membentak tentang tugasan yang padat menghujani aku satu persatu. Jiwa yang dulunya tampak gagah kini meronta-ronta untuk dilepaskan dari segala bebanan ini. Bukan aku tak mahu, tapi entahlah inilah kali pertama aku merasakannya dan semangatku kian padam dan semakin menghitam.



SALAH SIAPA?

Hari demi hari yang aku lalui kini semata-mata menyalahkan orang lain diatas perasaanku yang kacau bilau ini. Tetapi yang menghairankan, semakin banyak aku menyalahkan orang lain, semakin aku gelisah. Seperti ada sesuatu yang mengatakan bahawa ia semua salahku sebenarnya. Aku makin keliru, tujuanku baik untuk membantu agama Allah, tapi kenapa jiwaku membentak sebegini rupa?

Aku teringat kata-kata seorang ustaz yang pernah memberikan kuliah sewaktu bertamrin dulu,

“Islam ini agama yang terbaik, ganjarannya menegakkannya juga adalah yang terbaik, nescaya perkara yang berkualiti dan terbaik itu mestilah ada mahar yang standing dengannya. Itulah dia pengorbanan dalam perjuangan”

Tersentak jiwaku ketika teringat kata-kata tersebut, otakku ligat mencari kekuatan yang terbit dicelah-celah kata tersebut. Aduh, daifnya diriku ini selalu meletakkan kesalahan keatas bahu yang lain sedangkan aku masih lagi mampu memikulnya. Aku sentiasa menegakkan bahawa orang lainlah yang menjadi asbab aku terbeban sedangkan aku sendiri lalai dan sentuasa lupa kepada diri sendiri.

DOSA YANG MENGHIJAB AMALAN

“ sesungguhnya didalam setiap jasad anak adam itu ada seketul daging, jika baik daging itu maka baiklah seluruhnya, jika jahat daging itu maka jahatlah seluruhnya, ketahuilah daging itu adalah hati”

Begitulah rangkap hadith yang dituturkan oleh Rasulullah dalam menegaskan tentang kepentingan hati dalam mempengaruhi tindakan yang akan dizahirkan dengan tubuh badan, terutamanya dalam mengharungi kehidupan ini sebagai seorang pejuang.

Aku meneliti ayat hadith berkenaan, lalu aku mendapat satu jawapan dan kepastian tentang bentakkan jiwaku yang tidak keruan ini. Mungkin kerana dosa yang sentiasa aku lakukan menjadikan jiwaku penuh dengan dosa dan noda yang diibaratkan seperti titik hitam yang akan mengisi hati. Mungkin dalam sedar atau tidak aku sendiri seronok melakukan dosa berkenaan dan perbuatan itu berterusan dalam keadaan aku yang semakin lalai dan cuai. Bukan soal dosa besar atau kecil yang telah aku lakukan, tetapi dosa sebesar manapun ia tetap dosa dan tidak disukai Allah.

AKU INGIN KEMBALI



“Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taubat( taubat nasuha)”

Dengan perlahan-lahan aku teringatkan ayat Al-Quran itu. Walaupun ringkas, tetapi punyai maksud yang dalam dan menusukhati para pencinta agama Allah. Sesungguhnya manusia sentiasa melakukan dosa saban hari dan waktu, tetapi ingat, sebesar manapun kesilapan yang telah dilakukan, Allah lebih tahu akan hikmahnya dan tiada perkara diatas dunia ini yang dapat menandingi sifat pengampun Allah.

Dalam keheningan malam itu, aku mengalirkan air mata, spontan tanganku ku angkat dan jari jemariku kususun rapi menadah tangan dalam kerendahan hati seorang hamba yang tidak berupaya melainkan dengan izin darinya.

Ya Allah aku menadah tangan ini dengan penuh pengharapan,
Agar Kau kurniakan aku kekuatan yang pernah Kau berikan pada Rasulullah,
Kekuatan hati yang kuat dan keazaman yang betul-betul mantap,
Aku seorang hamba yang hina dihadapanMu ya Allah,
Berilah aku hidayahMu untuk memandu jalanku ini,

Suluhilah jiwaku dengan suluhan Iman,

Perhiaskan diriku dengan sifat sabar,

Dan wangikan tubuhku dengan keringat jihad menujuMu,

Ya Allah, aku sedar aku tidak layak menuntut syurgamu,

Namun aku juga tidak mampu menghadapi murkaMu,

Ya Allah berilah kemulian kepadaKu dengan gugur SYAHID dijalanMU,
Sesungguhnya tiada yang lebih besar cita-citaku selain itu,
Ya Allah berikan sahabat seperjuanganku juga kekuatan,

Jangan biarkan mereka mati melainkan dalam perjuangan menegakkan agamaMU,

Sesungguhnya aku terlalu kasih dan cinta kepada mereka,

Ya Allah, pertemukan kami dengan kekasihMu iaitu Rasulullah,

Pertemukan kami dengan sahabat-sahabat baginda,

Dan pertemukan kami dengan para pejuang Islam yang istiqamah menyatakan kebenaran agamaMu,

Ya Allah, tuhan yang Maha Sempurna, perkenankanlah doaku ini…


p/s: cerpen diatas tiada kaitan dengan sesiapapun, harap dapat memberi sedikit pengajaran.. insyaALLAH

Wednesday, September 22, 2010

Lihatlah

Bismillahirahmanirrahim

Firman Allah:
“Dia lah yang telah mengaturkan kejadian tujuh petala langit yang berlapis-lapis; engkau tidak dapat melihat pada ciptaan Allah Yang Maha Pemurah itu sebarang keadaan yang tidak seimbang dan tidak munasabah; (jika engkau ragu-ragu) maka ulangilah pandangan - (mu) - dapatkah engkau melihat sebarang kecacatan? Kemudian ulangilah pandangan (mu) berkali-kali, nescaya pandanganmu itu akan berbalik kepadamu dengan hampa (daripada melihat sebarang kecacatan), sedang ia pula berkeadaan lemah lesu (kerana habis tenaga dengan sia-sia).” (Al-Mulk:3-4)


Subahanallah, begitu besar dan agungnya kuasa yang dimiliki oleh Allah swt. Menerusi ayat diatas, Allah menceritakan kepada kita tentang kuasaNya yang telah menjadikan langit dengan 7 petala yang sempurna. Kemudian Allah mencabar para cerdik pandai dan cendikiawan untuk mencari seberapa banyak kecatatan pada ciptaan Allah itu, dan sudah pasti hasilnya kita akan dapati seluruh ciptaan Allah ini sangat sempurna dan menyempurnakan ciptaan yang lain.

LIHATLAH BERKALI-KALI



Allah juga menyuruh hambanya yang tidak bersyukur dan sentiasa melakukan perkara maksiat melihat dan merenung sebanyak-banyaknya kepada penciptaan langit dan 7 petalanya agar menemui kecatatan yang telah dibuat oleh Allah. Sesungguhnya Allah maha sempurna dan tidak ada kecatatan yang wujud diatas ciptaanNya.

Tetapi, malangnya setelah bukti demi bukti yang telah dihimpunkan didalam Al-Quran dikeluarkan, masih ada lagi segelintir manusia yang masih lagi melakukan perkara yang mungkar dan keji. Mereka ini seolah olah mempertikaikan nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka dan mendustakannya.

BERSYUKUR



Persoalan yang begitu penting sekarang adalah mengapa setelah didatangkan bukti yang terkandung didalam Al-Quran serta yang ada didalam kejadian alam ini, masih ramai umat islam yang masih mendustakan nikmat yang telah dikurniakan kepada mereka

Firman Allah:
“Maka yang mana satu di antara nikmat-nikmat Tuhan kamu, yang kamu hendak dustakan?” (Ar-Rahman)

Janganlah kita menjadi segolongan yang telah ditanyakan berulang-ulang kali oleh Allah setelah didatangkan bukti diatas nikmat yang telah diberikan kepada hambaNya. Allah bertanyakan kepada golongan yang tidak bersyukur dan melakukan maksiat ini tentang nikmat yang selalu mereka kecapi, tetapi mereka masih melakukan perbuatan munkar kepada Allah.

AMALAN



Jesteru, ayuh kita melakukan perubahan dengan melahirkan perasaan syukur itu dengan amalan soleh yang dituntut oleh Allah didalam Al-Quran. Bayangkan jika tiada nikmat yang dikurniakan oleh Allah, adakah mampu untuk kita meneruskan kehidupan didunia ini? Sesungguhnya segala ibadah dan amalan soleh yang kita lakukan juga adalah nikmat yang telah dikurniakan kepada kita dalam bentuk kekuatan dan kesihatan diri.

RENUNGLAH

Renunglah ciptaan Allah yang ada di langit dan dibumi serta yang ada diantaranya agar kita termasuk dalam golongan yang tidak mendustakan nikmat Allah dan sentiasa bersyukur diatas pemberian Allah samaada ia sesuatu perkara yang kita sukai ataupun tidak kerana Allah maha mengetahui tentang apa yang buruk dan apa yang baik untuk hambaNya.



Firman Allah:
“dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan (ingatlah), Allah jualah Yang mengetahui (semuanya itu), sedang kamu tidak mengetahuinya. “ (Al-Baqarah:216)


Mudah mudahan Allah memberkati kita semua dan memandu kita kejalan yang benar.

INSYAALLAH

Monday, September 20, 2010

Ini yang dicari


Dalam kemelut yang berlaku didalam dunia ini, manusia sentiasa berada dalam kebingungan untuk mencari penawar didalam setiap masalah yang berlaku. Lihat sahaja dalam kehidupan sekeliling kita, banyak bencana yang melanda yang menyebabkan kemusnahan dari pelbagai segi termasuklah alam dan kehidupannya. Sudah banyak cadangan-cadangan yang dikeluarkan oleh golongan cerdik pandai untuk mengatasi masalah tersebut, tetapi hasilnya masih tetap sangat menghampakan.

Sedar atau tidak, sebenarnya jawapan tentang penawar yang dicari selama ini ada pada kitab yang teragung, iaitu Al-quran:

Firman Allah:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu sebuah Kitab (Al-Quran) yang mengandungi perkara yang menimbulkan sebutan baik dan kelebihan untuk kamu, maka mengapa kamu tidak memahaminya (dan bersyukur akan nikmat yang besar itu)?"(Al-Anbiya’:21)

Berdasarkan kalam Allah diatas, jelas bahawa Allah menurunkan kitab Al-Quran ini bukan semata-mata untuk dibaca sahaja, tetapi ia wajib untuk difahami dan diamalkan didalam kehidupan kita seharian. Dan setelah memahami dan mempelajarinya, maka terpikul diatas bahu setiap umat Islam untuk menyampaikan dan mengajarkan isi kandungan Al-Quran kepada orang lain agar umat islam tidak ditimpa kejahilan keatas kitab suci ini lagi. Inilah sebenarnya yang telah diungkapkan oleh Allah dalam Al-Quran sebagai generasi Rabbani.

Firman Allah:

“Tidaklah patut bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Kitab ugama dan hikmat serta pangkat Nabi, kemudian ia tergamak mengatakan kepada orang ramai: "Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang menyembahku dengan meninggalkan perbuatan menyembah Allah". Tetapi (sepatutnya ia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang Rabbaniyin (yang hanya menyembah Allah Taala - dengan ilmu dan amal yang sempurna), kerana kamu sentiasa mengajarkan isi Kitab Allah itu, dan kerana kamu selalu mempelajarinya.”(Ali-Imran:79)
Untuk menuju kepada terbentuknya generasi Rabbani, umat Islam perlulah memperkukuhkan
kefahaman dalam pemahaman terhadap Al-Quran sebagai benteng diri dari perkara yang boleh merosakkan disamping mengajarkan Ia kepada orang lain.

Kembalilah kepada fitrah asal dengan menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dan asas dalam kehidupan kita seharian. Mudah-mudahan dengan mempelajari kitab ini,kita dapat melahirkan generasi Rabbani yang hidup dan matinya adalah untuk Islam.

INSYAALLAH

Saturday, May 15, 2010

Guru Teragung


“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah saw suri tauladan yang baik bagi kamu(yaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Akhirat dan dia banyak menyebut Allah” (al-Ahzab:21)

Begitulah firman Allah yang menunjukkan bahawa susuk tubuh mulia seorang guru teragung untuk seluruh umat manusia yang tidak pernah kenal erti penat lelah dan putus asa dalam mendidik jiwa manusia dengan Islam sehingga kita merasakan keindahan Islam ini sekarang.

KISAH HIDUP

Muhammad bin Abdullah atau nabi Muhammad dilahirkan dengan keadaan serba kekurangan. Ayahnya wafat ketika baginda masih berada dalam kandungan ibunya, kemudian Ibunya pula wafat ketika dalam perjalanan pulang dari melawat kubur bapanya. Abdul Muttalib datuknya pula wafat ketika baginda sangat memerlukan kasih sayang sebuah keluarga pada usianya 8 tahun, hanya Allah yang tahu hikmah disebalik peristiwa yang memeritkan ini. Baginda dijaga pula oleh bapa saudaranya yang sangat mencintai dirinya iaitu Abu Talib.

Ketika mendapat wahyu pertama daripada Allah di Gua Hira’ tempat dimana baginda mengasingkan diri daripada perbuatan jahil kaumnya dan untuk berkhalwat bersama Tuhannya. Menggigil seluruh tubuhnya ketika pulang kerumah dan diselimuti oleh Siti Khadijah isterinya yang banyak berkorban harta benda demi Islam.

Sejak dari itulah perjuangan dan pengorbanan yang ditunjukkan oleh insan mulia ini bermula dan sehingga kini seluruh umat manusia mengkaguminya sebagai seorang tokoh yang sudah mengubah dunia.

PENGORBANAN

Begitu banyak pengorbanan yang yang ditunjukkan oleh rasulullah saw untuk diteruskan oleh kita umatnya. Bagaimana rasulullah mengajar kita erti kesabaran dalam menghadapi rintangan dalam sebuah pekerjaan, mengajar kita beramal dengan segala kudrat yang ada pada kita dan mengorbankan apa sahaja yang termampu untuk melihat Agama Islam ini tinggi semula.

Lihat sahaja peristiwa hijrah yang menyaksikan Rasulullah terpaksa meninggalkan kampung halaman yang sangat dicintainya kerana cintanya baginda kepada Islam dan umatnya. Ketika peristiwa hijrah ke Thoif yang menyaksikan kesabaran yang ditunjukkan oleh insan mulia ini walaupun diherdik dan disakiti oleh penduduk Thoif sehinggakan darah keluar dari kepala baginda sehingga ke buku lalinya.

Baginda sentiasa berada bersama-sama umatnya dalam keadaan senang mahupun susah. Ketika perang uhud yang menyaksikan rasulullah dihimpit dengan serangan daripada pihak musuh sehinggakan patah 2 batang gigi rasulullah terkena panahan daripada musuh. Baginda turun bersama-sama tenteranya untuk menggali parit ketika perang khandak/ ahzab. Baginda juga bersama-sama mengikat perut yang lapar bersama pengikutnya, biarlah dia orang yang pertama merasakan kelaparan tersebut.

Alangkah besarnya pengorbanan yang ditunjukkan kepada kita oleh susuk tubuh guru terangung sepanjang zaman ini. Begitu bersungguhnya baginda dalam perjungan mendidik manusia menuju ke jalan Allah swt.

WAFATNYA INSAN MULIA

Ketika umat Islam masih memerlukan bimbingannya, Allah lebih sayangkan Baginda. Ketika itu terasa seperti dunia ini terlalu suram, sahabat-sahabat tidak tertahan dengan pemergiannya, Umar yang dianggap sebagai seorang yang garang akhirnya menitiskan air mata kesedihan melihat sekujur tubuh yang mulia telah tidak bermaya menunggu panggilan daripada Allah.

Sebelum baginda menghembuskan nafas terakhir, sempat baginda membisikkan sesuatu kepada saidina Ali, sepupu yang sangat dikasihinya. Dirikan solat, lindungilah kaum yang lemah dan umatku, umatku,umatku. Akhirnya baginda menghembuskan nafas terakhirnya diatas pangkuan Aisyah. Bergenang air mata seluruh umat Islam ketika itu mengiringi pemergian seorang insan yang sangat mulia dan seorang guru teragung yang banyak mengajar kita tentang kehidupan dan perjuangan menegakkan yang haq dan meruntuhkan yang batil.

Ya Allah kami tahu kami banyak melakukan dosa kepadaMu dan banyak meninggalkan suruhanMu. Ampunkan dosa kami, dan limpahkan rahmatMu keatas junjungan besar kami Nabi Muhammad saw dan berikan baginda kedudukan yang terbaik disisimu dan kurniakan kami peluang untuk bertemu dengannya suatu hari nanti, sesungguhnya kami sangat merinduinya.

Selawat dan salam keatas Rasulullah nabi dan juga guru teragung buat kami.

Thursday, May 13, 2010

mujahid dakwah

Munsyid : Nadamurni






kamus sejarah mencatat kisah
seorang pemuda mujahid dakwah
ditengah gelodah arus jahilliah
mujahid dakwah membina toifah
memimpin manusia menuju Allah
membina sesebuah ummah

langkahnya kemas penuh semangat
akhlak lembut sungguh memikat
menjulang tinggi panji-panji jihad
mahu mengubah hidup masyarakat
memberi tarbiyah juga nasihat
tidak kenal jemu dan penat

andai suara sumbang
penuh padat dengan tuduhan
usaha murni suci mulia
dianggap sebagai perosak agama
amalan sunnah dicaci difitnah
menjadi mainan bahan persenda
amalan soleh tradisi anbiya'
terus hidup berkembang semula

satu persatu menjelma rintangan
mahu menyekat gerak perjuangan
namun semuanya tidak berkesan
berkat restu keizinan Tuhan
tidak pun sedikit menjejaskan jiwanya
bahkan mujahid terus mara

mujahid dakwah jauh melangkah
merubah suasana dunia yg rosak
dengan pengalaman jihad dan iman
menuju zaman yang lebih gemilang
zaman ummah kali kedua
itulah isyarat Rasul mulia
marilah kita junjung bersama
Islam pasti agung semula

Monday, May 10, 2010

Kenapa Begitu?

“Akhi, bleh ana tanye satu perkara?”

“Boleh je, kalu ana bleh jawab insyaAllah ana akan Bantu. Apa dia?”

“Kawan ana ada cakap jemaah kita ni terlalu banyak yang tak betul, ramai yang merokoklah, merempitlah, dan ada yang bertindak liar dalam mendepani isu.”

“Erm, bagi ana normal la tu, sebagai jemaah yang besar, kita tidak mampu menjaga setiap ahli yang mendaftar, cume sebagai sebuah jemaah, kita tetap berusaha untuk menjadikan semua pengikut jemaah ini pengikut yang terbaik.”

Saya menjawab pertanyaan itu dengan spontan, mungkin penjelasan saya kepada adik saya tadi tidak terlalu terperinci, tetapi kelihatan jawapan itu sudah memadai dan memuaskan hatinya. Alhamdulillah terima kasih Allah kerana membantu aku untuk menjelaskan perkara tadi kepadanya.

PIMPINAN

Teringat ketika saya bertanya soalan yang sama kepada murabbi yang sangat saya segani, jawabnya mudah sahaja, kita tidak boleh menghukum sesebuah jemaah itu gagal dengan melihat kepada ahlinya. Dalam memilih jemaah, kriteria yang paling penting sekali adalah dengan melihat kepimpinannya, persoalannya, adakah pimpinan jemaah kita mempunyai ciri-ciri yang dipersoalkan oleh sahabat kita tadi? Jawapannya sudah tentu tidak, jadi mengapa masih mempersoalkan golongan bawahan yang sedang dibentuk sedangkan golongan atasan atau pimpinan jemaah ini sangat hebat dan disegani lawan dan kawan.

GOLONGAN SASARAN

Sepatutnya kita sebagai ahli jemaah ini mestilah berusaha sedaya upaya kita untuk mengubah persepsi ini. Memang tidak dinafikan bahawa kenyataan itu sememangnya benar, cuma kita sepatutnya berbangga kerana mereka memilih untuk bersama jemaah kita. Kenapa saya berkata begitu? Ini kerana golongan inilah sasaran dakwah kita yang sebenarnya. Ini menunjukkan bahawa jemaah kita bukan jemaah yang memilih ahli yang baik-baik sahaja atau yang kaki masjid sahaja untuk diserap masuk sebagai ahli. Seharusnya kita mendekati golongan ini dan meneruskan dakwah keatas mereka kerana peluang dakwah ini sudah terbuka luas untuk kita semua.

MENUJU KESEMPURNAAN

Cuba senaraikan jemaah yang manakah sempurna. Sudah tentu jawapannya tiada. Ini kerana setiap jemaah ditubuhkan oleh manusia dan pastinya manusia ada kelemahannya. Begitu juga setiap jemaah ada masalahnya yang tersendiri, jesteru itu lihatlah yang paling dekat dengan kesempurnaan dan sentiasa menuju kesempurnaa.

KEDAI DAN GEDUNG

Tak adil jika kita meletakkan situasi sebuah jemaah yang besar dengan situasi jemaah yang kecil. Saya ibaratkan seperti sebuah kedai yang dibandingkan dengan sebuah gedung. Memang kita akan melihat kedai yang kecil, susunan barangnya sangat padat berbanding dengan gedung tadi, tetapi jika kita lihat kepada kuantitinya, sudah pasti gedung tersebut lebih banyak barangannya daripada kedai kecil tadi. Sudah pasti gedung yang besar dengan kuantiti barang yang lebih banyak, akan menghasilkan sampah yang lebih banyak daripada kedai yang kecil. Begitu jugalah jika disinonimkan dengan situasi tadi. Sebuah jemaah yang mempunyai ahli seramai 1 juta orang dibandingkan dengan jemaah yang hanya mempunyai 5 ribu orang ahli. Walaupun jemaah yang kecil mendakwa ahli mereka semuanya terbaik dan menyatakan bahawa lebih 10 ribu ahli jemaah yang besar teruk, tetapi jangan diabaikan jumlah 990000 ahli yang lain. Kalu dibandingkan sudah tentu jemaah yang besar sangat efektif kerana telah berjaya menghasilkan 990000 ahli yang terbaik walaupun tidak seratus peratus berbanding dengan jemaah yang kecil tadi.

Inilah huraian saya berkenaan persoalan yang ditanyakan oleh sahabat tadi. Bagi saya, carilah jemaah yang terbaik pada pandangan anda, saya sudahpun menemuinya dan saya akan memberi sepenuh jiwa dan raga saya kepadannya. InsyaAllah saya doakan anda juga begitu.